Melakukan audit keuangan anda sendiri bermanfaat mencari jalan keluar kesulitan keuangan
Untuk memahami,
sebaiknya tulisan sebelumnya “Cara
menggunakan BH untuk mengelola keuangan” di www.gempargempur@blogspot.com
sudah mulai dicoba atau paling tidak sudah dibaca.
Bila dalam menggunakan BH sudah tidak ada kesalahan,
setidaknya anda sudah mulai melakukan akuntansi finansial meski sangat
sederhana, apalagi ditambah membaca sedikit tentang akuntansi dan pelan pelan menyesuaikan dengan standar
akuntansi yang berlaku maka akuntansi bukan hal yang sulit.
Nah jika sudah mulai melakukan evaluasi terhadap pos
tertentu dengan melihat hubungan antar pos, melakukan penelusuran maka secara
sederhana anda sudah menjadi auditor seperti
yang dilakukan BPK / BPKP / KPK / akuntan publik.
Akhir akhir ini banyak sekali berita korupsi uang rakyat dengan bahasa dicampur bahasa asing, entah itu
biar terlihat lebih keren, melupakan sumpah berbahasa satu bahasa Indonesia
atau sengaja membuat bingung rakyat. Jangan pusing dengan istilah coba sederhana saja hidup ini sudah
sulit, ambil intinya.
Contoh Negara membantu
Bank Century sekian T rupiah dan ini
sudah terjadi atau yang potensial ada di seleweng kan misalnya Negara membantu bidang kesehatan rakyat kurang beruntung
dengan dasar angka kemiskinan, coba pikirkan bagaimana caranya?
Untuk bank century dengan cara mengganti standar kecukupan
modal, akhirnya bank tersebut dikelompokkan
sebagai bank layak dibantu, dapat ditelusuri lebih lanjut namun sebaiknya
serahkan saja pada ahli nya yang sudah sekian tahun belum selesai juga. Nanti saja
kalau kita audit keuangan kita sendiri akan lebih mudah.
Berita hari di televisi
saat wawancara terhadap korban bencana
Sinabung mengatakan bahwa dana bantuan ada pemotongan, pembagian sarung juga belum
sampai mengapa tidak jera ? Apakah dana
kesehatan tidak mungkin diselewengkan? Bagaimana melihatnya?
Barangkali masih ingat Presiden kita walau menuai protes
tetap berangkat menerima penghargaan
atas keberhasilan menurunkan angka kemiskinan meski pun kenyataan nya masih banyak rakyat menjerit kelaparan,
bagaimana caranya angka kemiskinan menurun?
Sederhana nya kita ambil contoh awalnya ditetapkan garis
batas miskin misalnya 1 juta rupiah, setelah badan statistik bekerja dihasilkan
penduduk yang berpenghasilan di bawah
standar garis dihasilkan angka 40 juta. Coba kita rubah standar menjadi Rp 900.000,-
maka penduduk yang punya penghasilan Rp 900,000 sampai Rp 1 juta akan
dikeluarkan dari 40 juta sehingga angka kemiskinan berkurang menjadi 37 juta.
Dalam hitungan hari atau bulan pejabat kesehatan dalam sosialisasi
program kesehatan mengatakan angka kemiskinan 86 juta ini terjadi peningkatan
lebih dari 100 persen, kaitannya dalam anggaran subsidi dan berdasarkan pengalaman yang selalu
berulang di mana ada bantuan sosial selalu saja ada yang di salah gunakan.
Ada apa ya jika untuk prestasi angka kemiskinan bisa turun
dan ketika menyusun anggaran pengeluaran angkanya bisa naik drastis atau
mungkin bencana Sinabung sudah di ramal kan akan terjadi?
Sangat lelah mendengar berita korupsi uang rakyat,
apalagi muncul anggaran pengeluaran saksi parpol, lebih baik mari kita pikirkan
bagaimana melakukan audit keuangan kita sendiri.
Judul sebelumnya tentang menggunakan bh, ter sirat contoh
tentang audit keuangan dan audit manajemen, semakin anda banyak latihan anda
akan semakin jeli dalam melihat penyelewengan dan bisa menjadi auditor yang
handal, tidak usah terpaku dengan istilah learning by doing .
Mari kita ambil contoh satu pos pengeluaran untuk anak
kuliah di luar kota, tentu banyak jenis
jenis yang dikeluarkan , misalnya bayar sewa rumah, beli buku, bayar uang semester,
jajan, praktik atau hal lainnya.
Coba amati dengan teliti adakah pengeluaran yang aneh atau
lebih besar dari pengeluaran mahasiswa umumnya? Apalagi zaman sekarang pengaruh
lingkungan sangat besar, narkoba sudah merasuk ke segenap penjuru termasuk
kampus, pergaulan bebas, pengaruh lawan jenis dan lainnya yang bisa berdampak
terhadap pengeluaran uang.
Katakan saja anda melihat ada pengeluaran yang cukup besar
padahal bukan waktunya membayar sewa rumah
atau biaya semester, coba tanyakan untuk apa
dan misalnya jawabannya untuk studi banding pramuka ke Afrika. Di lain sisi prestasi
menurun dan daya tahan tubuh semakin lemah.
Coba telusuri ke teman teman anak atau cek ke kampus untuk
mencari kebenaran apa yang dikatakan putra / putri anda cari lah bukti dari
berbagai sisi atau yang terkait. Katakan saja tidak ada program studi banding
ke afrika atau ada namun pengeluaran di luar batas wajar apa yang akan anda
lakukan?
Anda dapat mengambil langkah lebih dini setelah melakukan
audit dari pada anda tidak pernah memeriksa dan terjadi hal yang tidak diharapkan terjadi
pada buah hati anda, sesal kemudian tidak ada manfaatnya.
Anda bisa melihat pos lainnya anggap saja sebagai
pembelajaran misalnya kerja sama dalam peternakan, biaya ternak meningkat
sementara bagi hasil turun ada apa? Coba telusuri apakah harga jual ternak
turun, atau harga memang naik atau bisa saja terjadi pembelian ransum
memang benar namun yang diberikan pada ternak sedikit karena ada material yang
dijual pada peternak lain.
Langkah penyelamatan keuangan anda bisa dilakukan lebih
cepat sebelum anda mengalami kerugian
yang lebih besar.
Sekian dahulu, semoga ada manfaatnya dan mohon maaf bila
kurang berkenan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar