Sarapan nasi kuning , kopi enak. Sarapan macet....... capek deh !
Berikut ini akar masalah dan logika mengatasinya
Berikut ini akar masalah dan logika mengatasinya
Kemacetan yang
terjadi di ibu kota dan kota besar
lainnya, membuat pimpinan daerah babak belur mengeluarkan jurus jurus untuk mengatasi kemacetan, sungguh
memprihatinkan berbagai pihak saling menyalahkan, mencari kambing hitam terhadap
permasalahan.
Coba kita lihat pada hari libur panjang, hari raya lebaran
jalan terlihat lapang apa artinya ini ?
Kontribusi pendatang sangat besar
terhadap kemacetan, karena ditempat asalnya sangat sulit mencari nafkah lebih baik urbanisasi ke kota atau ke luar negeri,
Sebagai sarana penunjang adalah kendaraan pribadi karena mendapatkan nya mudah sementara kelayakan transportasi umum belum dapat diharapkan.
Mengapa sulit, padahal utang sudah sedemikian besar , sebenarnya utang itu untuk siapa ?
Sekali pun banyak ahli berpendapat bahwa kebocoran melebihi 30
%, utang digunakan untuk berbagai
program dan proyek diantaranya bersifat mercusuar, contoh pembangunan
bandara, pelabuhan laut, jalan tol yang biayanya sangat besar .
Apa pun alasannya fakta menunjukkan bahwa kinerja neraca
perdagangan defisit, artinya ekspor lebih kecil dari pada impor katakan saja kedelai (petani) dan ikan (nelayan).
Pembangunan dari dana utang yang di contoh kan di atas akan mempermudah , memperpendek waktu, mengurangi biaya
transport barang barang impor sampai konsumen sementara petani dan nelayan dengan jalan desanya yang kurang tersentuh pembangunan akan berpengaruh pada harga jual dan waktu tempuh.
Padahal dari sisi iklim dan lahan Indonesia punya kelebihan, kalau ongkos produksi paling beda tipis, dampak yang nyata adalah mereka pindah dari tempat asal , mau bekerja di luar ketrampilan nya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya , di sini lah akar masalah kemacetan kota besar
Jadi tidak perlu
heran atau gusar bila barang impor mudah dijumpai dengan harga murah, disengaja
atau tidak, diakui atau tidak realisasi di lapangan memang seperti itu, kebijakan hutang jelas menunjukkan perannya terhadap urbanisasi
Dari hasil perhitungan anda anda bila dijumlahkan dengan jalan tol lainnya akan didapatkan bukan hanya ratusan meter, bahkan bisa ribuan meter atau kilometer jalan desa yang bisa dibangun.
Andaikata pemegang kendali berkenan sedikit saja memikirkan nasib rakyat kecil dengan membangun jalan desa, efek domino nya sungguh luar biasa, perekonomian semakin maju dan minimal mengurangi urbanisasi atau tidak menambah parah kemacetan yang
sudah terjadi.
Demikian semoga adil dan makmur dapat segera tercapai, mohon maaf bila kurang berkenan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar