Pernahkah anda kesulitan mengatur keuangan…? setiap bulan tekor? , gunakan BH
untuk mengelola keuangan anda dengan benar.
Kunci T biasanya digunakan penjahat untuk membuka kunci
kontak berbagai macam kendaraan, namun kali ini kita gunakan untuk hal yang
positif., memperbaiki struktur dan pengelolaan uang
Pada dasarnya kita membagi menjadi 2 sisi, mau sisi kiri dan sisi kanan boleh, mau sisi
atas dan sisi bawah juga boleh tinggal sesuaikan saja dengan kebutuhan dan
aturan main
Pada satu sisi digunakan untuk menampung pemasukan atau
penerimaan dan sisi yang lain untuk menampung kewajiban atau pengeluaran.
Agar mendapatkan pemahaman mari istirahat sejenak sambil
berselancar di dunia maya dengan kata kunci "anggaran”, nanti akan muncul
banyak sekali hasil pencarian dan klik
saja yang mengandung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, coba amati.
Di sana kita bisa melihat apa saja yang menjadi penerimaan Negara
dan apa saja yang menjadi pengeluaran Negara, bentuknya adalah atas dan bawah ,
masing masing jumlahnya sama.
Berselancar lagi dengan kata “neraca perusahaan”, bentuknya
adalah kiri dan kanan dengan demikian tidak usah ter paku pada bentuk, tapi
lihatlah hakekatnya, coba teliti pajak pajak yang dipungut, parkir, retribusi
dan penerimaan yang lain masuk ke mana ya….?
Renungkan lagi, kalau gaji pegawai, bangun jalan tol, biaya
banjir kira kira masuk ke sebelah mana ya…?
Bagaimana angka anggaran tersebut dimasukkan untuk sementara
waktu lupakan saja karena sudah ada petugas yang dibayar dari uang rakyat
untuk mengerjakan hal tersebut, mari kita coba membuat sendiri pengelolaan yang
ada di diri kita saja.
Amati sketsa proses akuntansi di bawah ini :
Buku
harian (BH) --
Jurnal -------- Buku Besar (BB) -------- Neraca Lajur
----------
Laporan
Supaya praktis kita fokus kan perhatian pada BH dan BB, yang
lain lupakan saja dahulu karena sangat teknis dan cukup rumit.
Masa remaja adalah masa yang paling indah, di mana pada saat
itu remaja mulai mencari jati diri, merasa sudah bukan anak kecil lagi, saatnya
menarik atau tertarik pada lawan jenis dan sebagainya yang dapat berpengaruh pada perasaan seperti bahagia, sedih,
marah, jengkel, yang dituangkan dalam buku hariannya
Begitu menanjak usia dewasa dan kemudian berumah tangga ,
buku harian mulai ditinggalkan karena berbagai masalah kehidupan yang semakin
kompleks, padahal catatan buku harian dapat penting dan dapat dimanfaatkan
untuk berbagai keperluan.
Pada dasarnya buku harian remaja dan buku harian yang akan
kita buat ada kesamaan yaitu kegiatan merekam atau mencatat suatu kejadian,
yang sedikit membedakan adalah sifatnya yaitu di mana BH remaja bersifat uraian sedang BH yang akan dibuat lebih kuantitatif yaitu menambahkan
angka, sehingga menjadi data.
Ide rancangan dalam membuat BH bebas, tidak usah terpaku pada akuntansi dan tidak akan ada yang menyalahkan, tidak usah khawatir mendapat nilai tidak bagus toh bukan ujian dan tidak perlu memperpanjang masalah kalau mau di audit akuntan.
ini murni untuk keperluan kita sendiri, yang menilai
bagus tidaknya juga kita sendiri, yang melakukan audit juga kita sendiri
sehingga kita dapat memperoleh manfaat dengan menggunakan BH dengan benar.
Yang penting adalah jangan ada kejadian / transaksi keuangan
yang tidak tercatat, angka rupiah atau mata uang lainnya jangan ada
yang ter lewat kan, sehingga memudahkan kita sendiri memeriksa sisa uang menurut
catatan dalam BH sama dengan sisa fisik uang yang masih ada.
Contoh pembuatan BH yang sangat sederhana dan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan :
Februari 2014
No Tanggal Kejadian / transaksi Nilai
masuk Nilai keluar
1 2 Terima gaji dari
suami 2.000.000
2 2 Beli beras 1
karung 250.000
3 2 jajan
bakso anak 10.000
4 3 Bunga deposito 25.000
5 3 Beli pakaian
seragam sekolah 60.000
6 4 Rekreasi dengan
keluarga 100.000
7 ………………………
8 ------------------------
28 dibuat sampai akhir
bulan ditutup dan periksa sisa BH dengan sisa uang
Mudah bukan ?, nah selanjutnya kita akan membuat BB
sekaligus kita jadikan neraca model T dengan cara mengelompokkan kejadian /
transaksi yang sejenis dan dijumlahkan, sederhana nya melakukan ringkasan
hasil yang kita dapatkan misalnya sebagai berikut :
Februari 2014
Penerimaan Pengeluaran
Gaji suami 2.000.000 Rekreasi 1.000.000
Tambahan
suami 500.000 jajan 750.000
Kiriman Orang
tua 3.000.000 Keperluan dapur 500.000
Bunga
deposito / tabungan 100.000 Bayar
3 pembantu 1.500.000
Kerja sama
usaha 400.000 Perhiasan 1.000.000
Utang 1.000.000 Keperluan sekolah 500.000
Komunikasi
/ listrik / air 1.250.000
Pesta 500.000
Sisa 0
Jumlah
Penerimaan 7.000.000 Jumlah Pengeluaran 7.000.000
Nah sampai di sini kita bisa melihat data penerimaan
dan pengeluaran keuangan selama satu bulan Februari 2014, data dapat diolah
menjadi informasi dan selanjutnya bisa dipergunakan untuk pengambilan
keputusan.
Belum tahu caranya mengambil manfaat dari BH dan
BB?, tidak masalah namanya baru belajar, bisa simak yang berikutnya.
Mari kita lihat sisi penerimaan , data menunjukkan
bahwa keuangan rumah tangga kita masih ditopang orang tua, bagaimana jika
kiriman berhenti karena suatu hal dan apa jalan keluarnya?
Penghasilan suami tidak cukup membiayai pengeluaran,
kita masih punya utang, kalau kurang nanti akan utang lagi seperti penyakit
gatal, kalau tidak di garuk rasanya tidak enak, nah akhirnya gali lubang tutup lubang jadi kebiasaan.
Sambil memikirkan jalan keluar, coba istirahat
sejenak sambil membuka anggaran penerimaan dan belanja Negara untuk mengolah
cara pengamatan atau cara pandang agar lebih objektif
Harap di amati apakah pengelola Negara menggunakan
kekayaan sumber daya alam untuk mencapai rakyat sejahtera atau memilih gali
lubang tutup lubang…..? kalau pusing mari kita kembali ke BH dan BB yang sudah
dibuat.
Boleh saja jika dikatakan gaji suami belum besar,
masih ada sisa waktu setelah pulang kerja yang dapat di maksimal kan dengan
menyesuaikan kemampuan suami, ibu rumah tangga tentu lebih mengetahui bagaimana
mengoptimalkan keahlian suami.
Ibu rumah tangga tentu juga bisa melihat sisa waktu
yang ada dapat digunakan untuk menambah penerimaan, contoh sederhana misalnya
melalui bisnis online, buka warung, buat makanan yang bisa dijual dan lain nya
sesuai kemampuan yang belum digunakan.
Gabungan usaha istri dan suami dengan memanfaatkan
waktu luang akan berguna untuk menambah penerimaan , Henti kan utang dan jangan
gunakan kiriman orang tua, Khawatir masih
belum cukup mari kita lihat sisi pengeluaran.
Perhatikan data , adakah pengeluaran yang tidak
bersifat pokok / penting/ utama/ masih dapat ditunda atau disederhanakan?
Misalnya biaya pengeluaran gaji 3 pembantu, apakah
tidak bisa dikurangi atau dihilangkan ?, kalau dikerjakan sendiri kita bisa
menghemat 1.500.000,- dan tidak perlu utang yang nilainya 1.000.000,- bahkan
masih sisa 500.000,-
Rekreasi 1.000.000 dalam satu bulan lebih dari satu
kali, bukan tidak perlu namun ini masuk bukan kebutuhan pokok, jadi bisa dilakukan
satu bulan sekali atau bahkan satu tahun sekali disesuaikan dengan keuangan
yang ada, kita bisa hemat banyak.
Jajan juga bukan kebutuhan pokok, kalau biasanya
jajan cepat saji dapat diganti dengan jajan pasar yang lebih murah meriah sehat
dan melestarikan kebudayaan, di sini bisa sedikit menghemat pengeluaran.
Perhiasan dan pesta senilai 1.500.000,- bukan
kebutuhan utama, apakah tidak bisa ditunda sejenak sampai keuangan sudah sehat
tidak tergantung utang dan kiriman orang tua
Biaya komunikasi bisa dikurangi, durasi waktu bicara
dapat dipersingkat atau diganti pesan pendek yang lebih murah, listrik dapat dihemat
dengan menghidupkan yang perlu saja atau mengganti sistem otomatis pompa dengan
penampungan air, pemakaian air juga dapat dihemat dengan menggantikan bathtube
dengan bak mandi atau ember dan atau cara cara lainnya.
Kebanyakan?, pusing? Atau tambah tidak jelas?,
istirahat lagi sambil buka pengeluaran negara
Coba amati pelan pelan penggunaan uang rakyat,
apakah digunakan untuk kemakmuran rakyat atau lebih pada kegiatan yang tidak utama seperti rekreasi/ biaya perjalanan dinas keluar negeri oleh pejabat
atau wakil rakyat?
Apakah pembangunan benar benar untuk rakyat atau
lebih bersifat mercusuar?, Apakah belanja pegawai sudah sesuai dengan
kinerja nya? Anda dapat belajar menilai apakah wakil rakyat yang diberi
kepercayaan lebih memihak pada siapa, Anda juga bisa melihat trik trik sulap
angka proyek, angka kemiskinan , Negara lebih berpihak pada yang bersalah atau
yang benar walaupun kondisi nya terlantar
Semakin anda banyak berlatih dan menyimak serta
mengolah data menjadi informasi, anda bisa menjadi auditor yang handal, kalau
jadi pengamat maka bicara nya menggunakan data yang benar, minimal anda bisa
mengelola keuangan sendiri dengan benar.
Dengan demikian maka penggunaan BH untuk mengelola keuangan dapat digunakan untuk pribadi, perusahaan maupun Negara, kurang dan lebihnya mohon maaf.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar